Wednesday, 26 October 2016

Kisah mengharukan dari menjual keperawanan

Image result for foto cewek indonesia


Air mataku mengalir begitu saja di kantin sekolah siang ini, karena lagi-lagi aku ditinggalkan pacarku. Padahal aku berpikir jeremi adalah laki-laki yang bisa pacaran denganku agak lama. Tapi ternyata baru tiga bulan pacaran aku sudah putus dengannya. Aku selalu menyayangi pacarku tulus dari hati. Mungkin tak ada satu pun yang dapat melihat ketulusan itu, karena ketulusan hanya bisa dirasakan dengan orang yang tulus dengan kita.
Dan mantanku yang satu ini selalu ada di saat aku baru putus dengan mantan-mantanku yang lainnya. Namanya Deril. Aku putus dengannya hanya karena aku jatuh cinta pada laki-laki lainnya dan sebaliknya dengan dia. Jadi kami sepakat untuk putus. Setiap putus dengan pacarku, dia selalu berusaha menghiburku. Yang kutahu dia punya pacar kakak kelas yang tahun ini akan lulus. Dia pacarku yang pertama di SMA MADANI, dan setelah itu aku tak tahu lagi sudah berapa mantanku. Perlu diketahui, bahwa dia adalah laki-laki yang baik tapi begitu cuek. Siapapun tak akan pernah menemukan sisi perhatian dalam dirinya. Kalau bukan aku yang mulai mendekatinya, aku tak akan pernah jadian dengannya.
“Dan diriku bukanlah aku.. tanpa kamu tuk memelukku.. kau melengkapiku.. kau sempurnakan aku.. dan diriku bukanlah aku.. tanpa kamu menemaniku.. kau menenangkanku.. kau melegakan aku.. huh uuuu…” Deril memakai earphonenya sambil bernyanyi di sampingku. Dia sangat tampan kalau seperti itu. Tapi aku pura-pura marah saja, karena dia pasti tambah semangat menyanyi jika aku memarahinya. Kutarik earphonenya dan bicara setengah berteriak “duh.. ril.. jauh-jauh dikit napa? Gue lagi sibuk nyatat tugas bahasa jerman nih”. dia melihatku sebentar dan berkata “oh ganggu ya? Sorry”. Dia berjalan menuju pojok kelas dan melanjutkan aktivitasnya tadi. Ternyata aku salah, dia tak sama seperti saat masih pacaran denganku dulu. Ugggh padahal aku masih ingin mendengar suara deril yang agak mirip-mirip Jung yong hwa personil Cnblue.
Kakak kelas tiga sudah selesai ujian, dan sekarang mereka diliburkan. Dan sejak putus dengan jeremi beberapa bulan lalu, aku sadar bahwa cinta yang mengalami proses mulai yang cepat itu punya kemungkinan besar untuk diakhiri dengan cepat juga. Jadi aku mulai belajar merasakan hatiku yang paling dalam.
Aku sering ngantin sama deril karena ceweknya sudah libur plus dia kan teman sekelas aku. Teman-teman selalu menggodaku saat memasuki kantin “cie.. cie.. ada yang mau CLBK nih”. Kulihat wajah deril hanya senyum-senyum saja dengan hal itu. Dan satu yang baru saja kutahu dari mulut deril adalah dia telah putus dengan pacarnya. Tak tahu aku ingin senang atau berduka, yang kutahu hanya aku punya teman yang free sekarang.
Sekarang status kami bukan lagi adik kelas, karena kami semua sudah naik ke kelas tiga. Saat aku sedang online di rumah, sebuah email masuk dari deril.
D_Real : Hey
SaZZy : Hoy, napa?
D_Real : g knapa2 :D
SaZZy : gilaa lu :p
D_Real : biarin! Lum tdur lu? Tumben..
SaZZy : lum ngantuk.. sewot lu!
Setelah itu kulihat deril sudah offline. Padahal masih pengen ngobrol-ngobrol. Aku masih asik chatting dengan teman-temanku yang lain dan tiba-tiba handphoneku berbunyi. Kucari handphoneku dari dalam tas sekolahku. Tertulis di layar handphoneku “Deril Calling”. Sesegera mungkin aku menjawab telepon darinya. Katanya sih mau nanya soal biologi. Akhirnya aku mendiktenya di telepon. Saat pacaran dengannya dulu, bukan hanya soalnya yang kudikte, tapi dengan jawabannya. Aku berbincang-bincang dengannya hingga larut malam.
Walaupun tadi malam aku tidur terlalu larut, aku tetap bangun dengan cepat seperti biasa. Hanya bedanya mataku agak hitam di bagian bawahnya. Aku berangkat ke sekolah sendirian pagi ini, karena adikku sedang liburan alias malas. Sesampainya di sekolah, aku segera masuk ke kelas dan mulai bercerita dengan teman-teman yang sudah datang. Dan lima belas menit kemudian pelajaran sudah dimulai. Pelajaran biologi. Untungnya aku sudah mengerjakan tugas kemarin siang. Bagaimana dengan deril ya? Ibu memasuki ruangan diikuti seseorang dari belakang. Deril ternyata tak mengerjakan soal yang kuberi tahu tadi malam. Dasar bego, gumamku.
Aku semakin dekat ddengan deril. Aku juga sudah mulai merasakan adanya cinta lama bersemi kembali. Tapi sudah jalan beberapa bulan, deril tak kunjung menembakku. Aku kan gengsi, masa untuk kedua kalinya aku yang menembaknya duluan. Aku mencoba melupakan perasaanku dan berteman dengannya seperti biasa. Mudah saja kok melupakan seorang deril, karena dia memang tak pernah mengukir kenangan indah bersamaku.
Pagi ini adalah pelajaran kimia. Kulihat ibu merry sudah menuju kelas dan bersama seseorang yang berseragam seperti kita mengikutinya. Sepertinya murid baru, cowok lagi, bakalan seru nih kelas. Kulihat tinggi cowok itu kira-kira 180-an, lumayan. Dia juga punya kulit coklat, ya seksi untuk kulit seorang cowok. “Anak-anak, kalian kedatangan murid baru. Perkenalkan nama kamu”. “Nama saya Julio Pratama, senang bertemu kalian”. Dan mulailah cewek-cewek bersorak-ria di kelas kecuali aku. Syukurlah ibu merry cepat-cepat mengalihkan “kamu boleh duduk di sebelah deril”. Wah bangku kosong di sebelah deril kan ada di seberang aku, aduh senangnya. Tapi hey!! Deril malah duduk di tempat yang ada di seberangku. Jadi kehalang deh, sialan lu.
Akulah satu-satunya cewek yang belum mengenalkan diri pada si new student. Malas ahh, kan kalau tertarik dia pasti minta kenalan juga. Jarak aku dan julio juga dihalangi oleh deril, jadi susah komunikasinya. Dia pemain basket, ya cocoklah duduk sama deril. Tapi namanya aja rejeki, saat pulang sekolah aku tak sengaja bertabrakan dengannya. Dia tahu namaku, padahal aku tak pernah memberi tahunya.
Image result for foto cewek indonesia

Seperti biasa aku sedang online dan seperti biasa juga, derillah yang duluan masuk emailnya. Tapi belum sempat membalas, handphoneku berbunyi. “Hallo.. siapa nih?”. “ini julio zzy”. aduh dasar emang jodoh, ternyata dia kan yang telepon duluan. “oh.. kenapa nih malam-malam nelepon”. “gak kok cuman pengen ngobrol-ngobrol”. Aku berbincang-bincang dengannya dan lupa mematikan laptopku yang dari tadi menyala dengan status online. Begitu banyak email yang masuk dari deril. Dan emailnya yang terakhir kubaca katanya “gw ngambek lu tau!”. Emang gue pikirin, Makanya tembak gue dong biar gak gue cuekin. Entar gue jadian sama julio lu nyesel lagi, pikirku.
Di sekolah deril tak mau menyapaku seperti biasa. Setelah aku hendak ke kantin dia mengikutiku. “zzy.. tadi malam kenapa gak balas email gue?”. “sorry ril, semalem lu tau gak, julio nelepon gue”. “trus?”. “ya katanya pengen kenal dekat aja sama gue”. Aku mencoba membuatnya kesal, biar tau rasa dia. “aduh entar kalo patah hati jangan datang sama gue ya!”. Tuh kan udah mulai bereksi kata-kata gue. “gak kok, gue udah yakin dia orang yang baik buat gue”. “oh ya udah”. Yah.. kok dia gak bilang apa lagi? Parah nih.
Waktu berjalan begitu cepat, akhirnya aku jadian juga dengan julio. Walaupun setengah hatiku entah terbang kemana, aku tetap mencoba untuk tulus menyayanginya karena itulah aku. Deril juga bersikap seperti tak terjadi apa-apa. Dan aku mulai yakin kalau dia memang tak menyayangiku seperti dulu.
Ujian pun semakin dekat, malam ini malam minggu dan hari senin sudah akan ujian. Aku makin giat belajar layaknya anak sekolahan umumnya yang sedang tegang dengan ujian. Dan malam hari aku jadi jarang online, namun handphoneku tetap aktif. Kuambil handphoneku yang dari tadi berdering, kulihat deril yang menelepon. Kujawab teleponnya dengan setengah hati “ada apa ril?”. Lama dia diam “boleh diktein jawaban sejarah uji kompetensi 6 halaman 24 nomor 8 gak?”. “duh ribet deh hidup lu, entar gue cari bukunya”. Aku mendiktekan jawaban yang dia minta. Kemudian tanpa terima kasih dia mematikan teleponnya. Dasar tak tahu terima kasih.
Ujian berjalan dengan lancar, dan kami semua lulus dengan nilai yang memuaskan. Aku masih pacaran dengan julio. Dia memperhatikanku selama ini, namun aku mulai merasakan ada yang aneh darinya. Dia tak pernah berani menatap mataku sekarang. Aku bertemu dengannya di taman kota sore ini. “zzy.. gue lanjutin kuliah di paris”. “bagus dong, emang kenapa?”. “jujur gue gak bisa jauh-jauh dari lu”. “santai aja kali, gue gak bakal macem-macem”. “itu dia masalahnya, gue ke paris skalian mau dijodohin sama temen semasa kecil gue dan sialnya gue gak bisa nolak”. “eh?”. “maafin gue zzy, gue gak maksud buat lu jadi kaya gini, perlu lu tau kalau di hati gue cuman ada dua cewek yang bakal gue sayang seumur hidup gue yaitu lu dan mama”. Aku diam.. mungkin dia bukan jodoh aku. Aku pergi meninggalkannya yang masih menangis di taman itu.
Aku sendiri lagi, aku tak tau harus bilang pada siapa. Biasanya aku akan segera menelepon deril, tapi waktu itu aku sudah berjanji padanya jika aku patah hati aku tak boleh mencarinya lagi. Akhirnya aku hanya terus diam di kamarku sendirian.
2 tahun kemudian
“Sazzy.. ada paket buat kamu tuh di ruang tamu”. “iya ma entar, sazzy lagi mandi nih”.
Sekarang aku sudah kuliah semester empat dan tidak lupa aku sudah punya dua mantan lagi saat kuliah ini. sekarang juga lagi free. “ma dari siapa nih?”. “liat aja sendiri, gak ada keterangan namanya tuh”. Aku segera ke kamar karena penasaran dengan paket tersebut. Kubuka perlahan bungkusannya. Isinya adlah sebuah kaset, lalu kudengarkan isi kasetnya. Ternyata suara itu adalah rekaman suaraku. Terdengar suaraku seperti sedang mendikte. Dan mulai kubaca suratnya.
Hay Sazzy, gimana kabar kamu? Tentu kamu baik dong, kamu kan cewek yang batu. Udah dengar rekamannya kan? Itu sengaja aku rekam, karena aku begitu mengagumi suaramu yang selalu bisa mendikte hidupku. Perlu kau tahu, aku tak pernah mencatat semua yang kau diktekan di kelas maupun saat kutelepon. Aku sangat menyayangimu, tapi aku bingung cara mengungkapkannya. Oh ya, aku lupa memberi tahumu tempat tinggalku sekarang. Aku kuliah di jepang. Aku baru pulang dari paris dan tak sengaja bertemu dengan Julio. Maafkan aku yang sudah melarangmu menceritakan semuanya dulu, itu kulakukan agar kau tak dekat dengannya. Maafkan caraku dulu. Aku akan kembali ke indonesia dua tahun lagi, jika kau memaafkanku, tunggulah aku sama dengan hari ini di tempat dimana pertama kali aku melirikmu dan kau balas dengan senyuman jam 03.00 sore.
Aku terharu membaca suratnya, ternyata dia begitu manis. Dia tak sedingin yang sering kudefinisikan. Aku ingin menemuinya dua tahun lagi, tapi aku tak tahu dimana tempat itu. Aku malas memikirkannya. Mungkin dua tahun lagi aku akan mendapatkan tempat itu.
Dua tahun kemudian, aku pergi mencari tempat yang dia katakan waktu itu. Namun sayangnya aku terjebak macet panjang. Akhirnya aku berjalan mencari-cari tempat yang sering kita berdua kunjungi dulu. Satu persatu tempat kusinggahi, namun tak ada dia disana. Sudah jam 06.00 petang. Aku terduduk menangis karena putus asa. Aku mencari tissue di tas kecilku dan ada kartu yang terjatuh, ternyata kartu siswaku sewaktu SMA. Tiba-tiba aku ingat sesuatu, yaps MOS adalah pertama kali dia melirikku dan kubalas dengan senyuman. Berarti tempat itu adalah SMAku dulu. Aku berlari dengan cepat, kulihat jam sudah pukul enam lebih setengah jam. Sampai di depan sekolah yang gelap, aku mencoba melihat jalan dengan cahaya handphoneku. Tapi malangnya aku tak menemukan dia lagi disana. Dan akhirnya aku kehilangan dia untuk selama-lamanya.
Aku berjalan keluar sekolah itu sambil terus menangis. “Sazzy…”. aku menoleh mendengar suara itu “Deril, I miss you”. Aku berlari dan memeluknya erat-erat seperti tak akan kuijinkan dia untuk pergi manjauh dari sisiku. “kau terlambat sazzy”. aku melepaskan pelukanku dan menatapnya “maafkan aku”. Hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutku. “aku memaafkanmu sayang”. Aku kembali memeluknya. “aku mencintaimu” akhirnya aku bisa mendengar deril mengucapkan kata itu secara langsung.
Sesungguhnya cinta itu tak pernah pergi jauh dari kita. Hanya kecepatan menyadarinyalah yang dapat menemukannya. Dan dapat membedakan mana rasa suka dan rasa sayang.

0 comments:

Post a Comment