This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, 26 September 2016

Kisah Pelacur Bisu Yang Berhasil Di Lansir Dari Tabloid News Topic Special Jilid 4

Dia menjadi pelacur idola. Banyak pria keluar masuk kamar. Tetapi tidak sedikit pula yang kaget saat mengetahui dia ternyata wanita bisu.






Malam itu, air dari langit turun dengan rintik. Tidak ada tanda-tanda hujan akan deras. Jalanan di Moroseneng, lokalisasi nomor dua terbesar di Surabaya itu, becek. Beberapa kali orang-orang hilir mudik sembari mengangkat celana panjangnya. Sesekali mata mereka memicing ke sebuah wisma.

Tampak deretan wisma berjejer. Di dalamnya, tampak kerumunan wanita-wanita bahenol nan seksi. Malam ini siapa meniduri siapa!

Lokalisasi Moroseneng memang sudah lama menjadi lokasi hiburan murah meriah bagi lelaki hidung belang. Mereka yang berdompet tipis, biasanya lari ke tempat itu.

Banyak wanita!

Mau muda atau tua!

Mereka datang dari berbagai daerah!

Punya latar belakang berbeda!

Mau halus atau kasar!

Soal kemolekan, rata-rata sama!

Pelayanan pun sama!

Tapi, tidak ada yang gratis!

Kalau mau enak ya bayar!

Tetapi, siapa sangka jika di salah satu wisma terdapat seorang wanita yang cukup unik. Nama wismanya tidak perlu disebut. Cuma, wisma tersebut cukup terkenal di dunia perlendirian Moroseneng.





Wanita itu duduk dengan manis. Dia tampak anggun dari 175 penjaja cinta yang menghuni 27 wisma. Keanggunan itu jelas terpancar di wajahnya. Senyumnya sumringah. Setiap lelaki yang datang memandang dari jendela depan, selalu dibalas dengan senyuman. Sesekali dia pasang badan cuek. Sekedar untuk mencuri perhatian.

Malam itu, Yuli, demikian namanya, mengenakan kaos merah ketat dan celana pendek ketat pula. Tampaklah tonjolan dada berukuran 34 menjulang ke langit. Lalu, dengan lampu menyala terang, paha nan mulus itu terlihat bagaikan cahaya berkilauan. Bodoh kalau pria tidak tertarik dengannya.

Yah, wanita berusia 25 tahun tersebut sudah lama menghuni wisma. Dia datang dari Cirebon Jawa Barat. Menjadi pelacur, katanya, bisa mengangkat perekonomian keluarga.

Sudah dua tahun ini Yuli bekerja di wisma tersebut. Bulan Juli 2011, itulah awal Yuli menobatkan diri menjadi pelacur. Sejak itu, Yuli menjadi pelacur idola. Banyak pria keluar masuk ke kamarnya. Tetapi tidak sedikit pula yang kaget saat mengetahui Yuli ternyata bukan wanita normal.

Yup, wanita tersebut ternyata mengalami bisu atau tuna wicara. Wanita yang namanya minta dituliskan persis seperti di KTP, memang menjadi primadona di wisma. Tetapi, dia juga hidup dalam kebisuan.

Yuli bisu tapi tidak tuli. Dia tetap bisa mendengar orang berbicara padanya. Kendati bisu, Yuli dalam sehari masih sanggup melayani 10 pria.

Saat berbicara dengan TABLOID 8, Yuli lebih banyak menggunakan bahasa isyarat. Tapi jika lawan yang diajak bicara kesulitan mencerna maksudnya, barulah dia akan menggambar atau menulis. Dan kepada TABLOID 8 Yuli lebih banyak menulis.

“Sshh…aaayyya…pppp…ppeee…cccc….uuuu…mmm….nnnn,” katanya.

Karena tidak tahu maksud Yuli, wanita segera menulis kata-kata yang dimaksud. “Saya pelacur untuk makan,” tulisnya sambil didampingi pemilik wisma yang biasa dipanggil mami.

DI TUNGGU CERITA SELANJUTNYA HANYA DI "NEWS TOPIC SPECIAL"

Friday, 23 September 2016

Kisah Kehidupan Seorang Pelacur Jilid 2





Limpahan harta merupakan suatu hiburan semata panggung drama dunia, entah itu sebagai pemuas kita di dunia atau bekal kita di akhirat kelak. Limpahan harta identik dengan kekayaan materi, layaknya memiliki emas, intan atau apalah, namun tidak denganku, siapa aku? Apa latar belakangku? Bagaimana hidupku? Tak ada yang mengerti, jangankan mereka, aku yang di takdirkan tuhan sebagai aku saja tak tahu aku siapa, bagaimana kehidupan ku dulu, yang aku tau aku adalah seorang sukses. Perjalananku sangatlah mulus hampir tak ada kerikil pun yang menghalangiku untuk menggapai apa yang ku mau sekarang, liatlah aku, semua tubuhku diselimuti oleh untaian benang dari merek ternama yang mungkin kata orang umumnya limited edition, sedangkan kakiku dimanjakan dengan berbagai mahakarya desainer ternama, semua kenalanku adalah orang kalangan atas yang mugkin kekayaannya di ambil dari korupsi sana sini, korupsi mungkin sudah jadi trend hobi orang kalangan atas yang menjadikan dunia sebagai tuhan, yang terpenting adalah berkah tuhan yang diberikan kepadaku, rambutku hitam lurus tergerai indah jika aku berjalan, wajah ku yang kata banyak orang cantik dihiasi dengan hidung bangir, bulu mata lentik, mata bulat indah, serta bibir yang seksi, banyak orang mengatakan pada ku kalau aku adalah pencium yang handal. Tubuhku putih dan ramping hampir tak ada satu jengkal luka di tubuhku, kaki kaki jenjang serta betis yang kecil membuat banyak orang menganggap ku layaknya bidadari, Banyak sekali yang di depanku mengatakan aku cantik, namun di belakangku semua cacian hinaan yang menusuk satu persatu bagian tubuhku yang suatu saat dapat membawaku ke rumah tuhan yang terkenal indahnya.









Ciiit. . . . . . tiba tiba membangunkan Vita dari lamunan panjang, Vita segera turun dari mobil nya dan melihat apa yang terjadi di luar. Sesosok wanita paruh payah yang sedang mencoba berdiri di antara kegelapan, Vita dengan sigap membantu wanita itu, kulitnya putih, wajahnya cantik, namun mengapa di kegelapan seperti ini dia berpakaian setengah te***jang dengan polesan wajah yang apik. Namun rona wajahnya menampakkan batinnya tergocang hebat diperkuat ada luka sembab di pipi kirinya
“Tak apa apa bu?”
“Makasih nya neng udah bantu ibu, ibu tidak apa apa”
“Namun wajah ibu terlihat pucat?”
“Ouw eneng, ibu hanya kaget saja, ya sudah ibu pergi dulu”
“Tapi bu. . . “
Belum aku menyelesaikan ucapanku wanita paruh baya itu pergi melanjutkan hidupnya kembali yang sempat terhenti dengan kehadiran ku. Dari belakang ku perhatikan dia, sepertinya ku kenal dia dan pernah bertemu dia, ah lupakan terlalu banyak orang yang ku temui hari ini
Semangat pagi di hari cerah seperti biasanya ku telan beberapa butir dewa penunda kematian, lucunya aku takut mati, padahal aku yakin jiwa ku sudah mati sejak belasan tahun lalu silam. Kerja, kerja, kerja aku bingung mengapa aku harus kerja padahal hidupku hanya bertahan dari terapi terapi yang namanya entah apa
Tuhan dan malaikat pasti disana menertawakan kehidupan ku yang tak jelas tujuan dan hanya di tutupi selembar kain putih agar aku terlihat sempurna. Pekerjaan ku juga kotor dan banyak dianggap sebagai pekerjaan yang menghancurkan rumah tangga budak penyembah kekayaan, aku tak ambil pusing dengan anggapan tersebut toh aku hanya berniat mencari kehidupan semata.

Tak terasa tuhan menaikkan mataharinya lebih tinggi lagi, manusia manusia berlalu lalang di hadapan mataku , tiba tiba mataku tertuju dengan wanita paruh payah yang ku temui tadi malam, lagi lagi dia memakai balutan setengah tel***jang seperti bangga dengan apa yang dia punya, tanpa sadar aku sudah mengikuti tapak kakinya sejauh ini, dia berhenti di sebuah wisma mungil yang terletak di ujung gang perkampungan kumuh, kakiku bergerak menuruni mobil langsung menuju wisma tersebut,
“Pagi bu”
“Pagi oh eneng yang tadi malamnya “
“Iya benar bu”

Tiba tiba mata ku berkunang kunang sekelebat cahaya putih memenuhi otak otak resposif . . . blaaak
“Mama mama”
“Iya sayang, kamu sudah makan ?”
“Sudah mama, mama aku sayang mama”
“Mama juga sayang Vita”

Secercah bayangan putih itu menghilang mencari pangkuan lain, mata ku terbelalak menandakan ku telah bangun dari nyanyian kalbu yang menyenangkan hati setiap biduan yang mendarat, membuka kelopak ku terlihat sosok wanita paruh payah dengan balutan busana putih ketat yang menurut ku tidak pantas digunakan wanita itu
“Kamu tidak apa apa nak?” wanita itu membuka pembicaraan
“Tidak apa apa bu, terima kasih telah membantu saya”

Tiba tiba dering hp memanggilku, ternyata hanya membahas uang dan uang, kepuasan batin semata. Klik tanda akhir dari pembicaraan
“Nama mu Vita nak?”
“Iya benar bu”
“Apakah nama mu Vita Karunia Agustin ?”
“Iya benar bu”
“Vita ini mama nak”, wanita itu langsung beranjak memeluk putrinya yang lama tak bertemu

Tiba tiba sebuah rekaan dokumentasi berjalan di fikiran ku, rasanya membuka kenangan yang tak pernah muncul dalam otak ku
“Mama”
“Iya sayang ini mama”

Memang dalam benak ku perasaan marah benci senang bercampur aduk, namun mendengar pangakuan dan sorot mata wanita itu, aku memaafkan masa lalu itu, aku berjanji akan mengarungi lautan ini dengan wanita depan mata ku dan tak akan merasa malu meskipun mama ku seorang pelacur. Sekelebat bayangan putih mengangkatku ke udara terbang ke langit ke tujuh untuk menemui tuan raja agung, senyumku melambung tinggi jatuhkan beban beban yang merangkulku selama ini
“VVVIIIITTAAAAAAAAAAAAAAA”, teriak wanita itu.



DI TUNGGU CERITA SELANJUTNYA HANYA DI "NEWS TOPIC SPECIAL"








Thursday, 22 September 2016

Kisah Cinta Seorang Pelacur Jilid 1




Membaca kisah cerita cinta memang sangat menyenangkan, apalagi kisah cinta romantis. Tp akan lebih menyenangkan lagi apabila kisah cinta yang Anda baca bisa membuat menyentuh hati Anda, terharu dan bahkan menangis.

Seperti halnya kisah cinta seorang pelacur berikut ini yang sangat mengharukan. JIka Anda mudah menangis, sebaiknya tidak usah membaca karena jalan ceritanya sangat menyentuh hati dan sangat mengharukan, sedih deh pokoknya. Penasaran ya? Silakan langsung simak saja, kisah cinta mengharukan “Cinta Seorang Pelacur” berikut ini.

Malam itu, seharusnya bukan jadi malam milik gua. Malam yang sesungguhnya bukanlah yang gua harapkan. Adit, temen kecil gua. Entah harus bagaimana gua mengatakan? Tiba-tiba ketika habis pulang dari hang out di kafe, mengarahkan motornya ke sebuah tempat yang mungkin baru dalam hidup gua. Tempat pelacuran, ya.. semua juga tau kalau daerah yang sedang gua injakkan kaki ini adalah daerah protistusi. Gua sempat protes sama Adit, kenapa tiba-tiba ngajak gua ke tempat kayak ginian. Umur gua kan masih 17 tahun dan baru aja dapat ktp resmi seumur-umur hidup gua.


Gua gak bisa ngelarang teman gua untuk menyalurkan apa yang dia inginkan walaupun harus dengan cara seperti ini. yang terbaik buat gua adalah tidak ikut dalam permainan dia. Akhirnya kita berdua memarkirkan motor di sebuah rumah. Banyak cewek-cewek cantik yang berdiri sambil menggoda. Adit masuk, dan gua memutuskan untuk tunggu di luar. Sesekali dia nanya ke gua,

“ yakin loe gak mau coba? Gua bayarin deh!”

“ ogah, gua masih tahan iman, loe aja sana! Jangan pakai lama! Entar kalau digrebek polisi, disangka gua lagi yang mau!”

“ iya-iya, anteng aja loe disana.. “

Dengan wajah cemburut dan tatapan beberapa perempuan gua seperti orang bego yang nunggu diluar sambil megangan helm gua. Adit uda memilih cewek yang harus jadi teman dia malam itu. Gua menunggu di luar dan tiba-tiba salah satu cewek di dalam rumah itu keluar sambil menghisap rokok. Dia ngeliat gua, lalu menawarkan rokok kepada gua.

“ Enggak makasih, gua gak ngerokok “ kata gua menolak dengna harus.

“ Hah, jaman gini masih ada yang gak ngerokok.. aneh..” Tanya cewek itu dan gua hanya senyum-senyum.

Dia duduk disebelah gua, menatap mata gua dengan tajam sambil sesekali membuang asap rokok ke langit-langit atap.

“ Kok nunggu disini, ga ikutan aja sama temen kamu!”

“ Enggak , biarian aja si adit yang pengen,.. Cuma nemenin aja”

“ uda, loe sama gua aja mau? “

Gua memandang cewek disamping gua, sejujurnya dia cewek yang cantik, putih dan idaman gua. Tapi ketika dia menawarkan dirinya ke gua, tiba-tiba gua jadi ilfell. Kenapa cewek secantik ini harus menjadi seorang pelacur, dunia ini memang gak adil.

“ enggak mbak ,makasih”

“ uda maulah, gua kasih diskon.. “ tawar dia lagi.

“ beneran mbak, saya gak mau..” tolak gua dengan halus.

“ apes deh gua, daritadi gak ada yang mau ama gua..”

“ loh mbak kan cantik, kok ga ada yang mau..!”

“ ya nasib lah, namanya juga jualan, kadang laku, kadang kagak, malah gua lagi ada masalah lagi,,.”

Entah mengapa gua jadi merasa ingin tau masalah dia.

“ masalah apa mbak?” Tanya gua

“ umur loe berapa?” Tanya dia ke gua

“ masuk 17 tahun ini,., “

“ yailah, masih brondong, masih belum tau namanya dunia dewasa..” ledek dia.

“ kata siapa.. setiap orang punya masalah, gak mandang gede atau kecil umurnya..”

Dia melihat gua, mungkin dia merasa gua pinter merangkai kata-kata.

“kayanya loe bukan cowok brengsek ya.. beda sama cowok-cowok yang suka kesini Cuma pengen cari cewek buat kesenangan sesaat’

Gua tersenyum manyum dipuji dia.

“ Hehe, ga semua cowok brengsek kok mbak..

“ mungkin aja… hm.. gua lagi butuh duit..” kata dia tiba-tiba.

Dalam hati gua, mungkin ini masalah klasik. Kalau ga butuh duit, buat apa dia kerja sebagai pelacur.

“ Maaf kalau boleh tau, duit buat apa ya?”

“ nasib jadi orang miskin, selalu kena masalah, nyokap gua tiba-tiba ada benjolan di perut, kemarin sempat dibawah ke puskemas, kata dokter sih tumor ringan. Mesti cepat-cepat di operasi kata dokter, tapi ya tau sendiri Negara kita, apa-apa butuh duit. Ujung-ujungnya duit buat operasi. Makanya gua lagi sial, semingguan ini jarang dapat pelanggan. Apes..”

Entah mengapa, gua merasa, ada kejujuran dari apa yang cewek ini ngomongin. Dia gak seperti lagi sandiwara.

“ namanya mbak siapa?”

“ panggil gua Eva aja! Loe?”

“ Gua, Rasya.. “

Tiba-tiba kita terdiam, melihat wajahnya yang tampak sedih sehabis cerita kehidupan dia, gua merasa iba dan menawarkan dia setulus hati.

“ kalau eva emang butuh duit, gua ada, tapi gak banyak, kali-kali aja bisa bantuin nutupin kekurangan.”

Dia ngeliat gua.

“ loe kan masih 17tahun, mau dapat duit dari mana 1,5 juta kekurangang gue..”

“ oo, jadi kurangnya 1,5juta. Tenang aja Va, gua ada kok kalau segitu, tapi kalau sekarang.. gua ga bawa duitnya.. kalau besok gimana?”

Dia tertawa kecil.

“ gua sih uda biasa digombalin sama pelanggan. Tapi kalau digombalin berondong sih baru kali ini..” ledek dia.

“ sumpah gua ga bohong, gini aja, nomor hendphone loe berapa? Nanti besok gua telepon dan kasih duitnya, tapi jangan disini ya.. soalnya gua ga nyaman..”

“ terserah mau dimana, neh nomor gue..” kata dia sambil ngasih kertas dengan angka nomor telepon dia.

” inget loe, gua ini bukan orang baik. ”

” gua juga bukan orang baik. tapi juga bukan orang jahat, gua dan loe hanya terlahir di dunia yang keduanya gak bisa kita hindari..”

Tiba-tiba adit selesai, dan dia langsung menuju gua. Sebelum adit ngajak gua pergi, gua pamitan sama eva. Dia tersenyum. Dari wajahnya gua tau, dia pasti berharap banget apa yang gua katakan ke dia itu benar. Walau sebenarnya gua sendiri ga punya duit sebanyak yang dia mau. Duit yang gua punya Cuma ada 900 ribu dan masih kurang 600 ribu buat ngasih ke eva. Akhirnya gua mesti nunggu seminggu hingga terkumpul 1,5 juta. Bermodalkan duit yang sesungguhnya hasil uang jajan gua. Akhirnya gua nelepon dia. Sebelum memastikan apa eva benar-benar sungguh-sungguh atau bohong, gua sempet survey ke psk sekitar tempat kerja eva dan hasilnya positif dia ga bohong makanya gua usahain duit terkumpul cepat.

Eva terkejut ketika gua nelepon dia, gua meminta janjian ketemu sama dia di kafe yang telah gua tentukan. Seumur-umur dalam hidup gua, baru kali ini gua beramal cukup besar untuk orang lain. Gua masukan duit itu dalam tas gua. Mungkin bonyok gua akan marah besar kalau tau duit jajan gua habis untuk dia. Tapi gua cukup beruntung terlahir dari keluarga yang mampu, jadi gua yakin. Bonyok gak akan tega biarin gua hidup tanpa duit sedikitpun andai gua bilang, gua butuh duit.

***

Eva muncul dengan pakaian yang lebih tertutup kebanding pertama kali gua lihat. Kita makan dan sesekali gua jelaskan kenapa gua baru hubungi dia dengan alasan sibuk ujian, padahal sesungguhya sibuk nabung untuk bantu dia. Eva mungkin gak pernah kepikiran kalau gua ngajak dia ketemu untuk bantu keuangan dia, dia lebih berpikir kalau gua ini ketemu dia sebagai seseorang yang membutuhkan dia seperti laki-laki lainnya.

Kita sempat jalan-jalan sebentar sampai akhirnya motor gua membawa dia ke pantai. Kebetulan mal di kota gua selalu dekat dengan pantai. Gua duduk disamping dia.

Dia langsung menyodorkan pertanyaan.

“ sebenarnya , loe manggil gua untuk make gua? Atau temenin loe jalan sih?”

“ coba tebak?” Tanya gua.

“ dua-duanya juga ga masalah, gua uda lama gak jalan sama cowok. Terakhir pacaran juga apes. Dari sekian cowok yang nembak gua, Cuma dia yang gua terima. Ujung-ujungnya cowok emang brengsek. Cuma mau tidur sama gue.. makanya sejak sekarang gua mati rasa sama yang namanya cinta.. !”

“ loh kayaknya loe dendam banget ya sama cowok. Maaf loh kalau lancang, Cuma ngerasa gitu”

“ ngapain minta maaf, emang nasib gua kok. Terlahir sebagai cewek hina, miskin, keluarga berantakan. Lonte..” tiba-tiba eva nangis dengan kalimat terakhir itu.

“ loe nangis..” Tanya gua jadi ikut sedih.

“ lonte.. gua uda sering denger kalimat itu dari mulut orang lain buat gua, rasanya nyakitin banget. Asal loe tau , kalau aja dunia ini lebih indah dari yang gua mau. Gua juga gak mau jadi lonte.. siapa sih di dunia ini yang mau jadi pelacur, lonte. Ini karena terpaksa. Masih ada adik sama keluarga yang butuh gua untuk bertahan hidup..”

“ eva.. jangan nangis dong. Tujuan gua kesini, Cuma pengen ngasih ini..” kata gua sambil ngasih duit ke dia.

“ gua emang masih berondong seperti yang loe bilang, tapi gua juga punya hati. Walau hidup gua cukup, tapi gua mengerti perasaan loe.. mungkin Tuhan Cuma lagi kasih ujian buat hidup loe. Kalau pun itu berat saat ini, gua harap bantuan dari gua, bisa bantu meringankan beban loe..”

“ loe.. kenapa sih mau bantu gua.. kan gua ini bukan siapa-siapa loe, bukan temen loe. Bahkan bukan orang yang pantes kenal sama loe..” kata dia sambil menangis.

“ gua juga gak tau. Yang jelas, kita uda ditakdirkan buat jadi orang yang mengenal.. gua senang kok kenal sama loe. Sekarang pakai duit ini buat operasi nyokap loe ya,. Biar cepat sembuh dan loe bisa kerja yang lain.. bukan seperti sekarang..”

Dia terdiam sambil merenung.

“ kalau pun gua gak kerja kayak gini, gua juga uda pasti gak ada yang mau. Palingan laki-laki berengsek yang mau sama gua..”

“ kata siapa gak ada yang mau..”

“ ya kata gua lah.. mana ada sih yang mau sama bekas pelacur!! Bekas lonte…”

“ gua mau..”

Eva terdiam mendengar kalimat gua.

“ umur loe masih muda, belum tau yang namanya cinta. Ya sudah, terima kasih buat bantuan loe. Kelak kalau gua ada duit. Gua akan balikin duit ini.. sekali lagi, terimakasih”

“ sama-sama eva..”

Selang beberapa hari, eva sempat sms dan memberi kabar ke gua kalau nyokapnya sukses dengan operasi dia. Kita jadi rutin saling sms dan telepon hingga akhirnya dia ngundang gua ke rumah dia untuk bertemu nyokap dia. Gua menerima tawaran dia sekaligus ingin tau apakah benar kalau nyokap dia habis dioperasi. Ketika gua sampai kerumah, nyokapnya berlinang air mata ngucapin terima kasih, gua bersyukur ternyata eva jujur apa adanya. Dan yang paling gua senang, dia bilang ke gua, kalau dia lagi cari kerjaan buat hidup sebagai orang bersih.

Saat itu, tanpa sepengetahuan eva. Bokap tirinya tiba-tiba minjem duit ke gua, dia bilang buat bayar utang. Karena gua gak enak nolak, akhirnya gua kasih duit ke bokapnya tanpa sepentahuan eva. Gua juga sering bantuin ngaterin eva untuk cari kerjaan yang baik. Sampai akhinya dia dapat kerjaan sementara. Selama ini, keluarga dia gak tau kalau eva kerja sebagai pelacur, eva berusaha nutupi dan akhirnya lembaran gelap itu terkubur dengan sendirinya.

Tanpa kita sadari, gua dan eva samakin dekat. Setelah pendekatan itu, akhirnya kita menjadi sepasang kekasih. Mungkin cinta itu memang buta ya, baru kali ini gua merasakan cinta yang begitu dalam dari seorang perempuan di usia gua yang masih muda. Ketika dulu gua punya cinta monyet. Gua gak pernah ngerasa sebahagia ini selain bersama eva. Walaupun dia punya masa lalu kelam, cinta berhasil membuat gua menghapus semua pandangan buruk itu. Seminggu setelah jadian, dengang uang jajan yang gua kumpulin, gua membeli cincin yang sama untuk kita pakai sebagai lambang cinta. Buat eva mungkin ini aneh, tapi dia sadar, gua masih berondong dan pasti gaya pacarannya juga kayak sinetron di tv jadi dia maklumin.

Tapi sepanjang waktu kami pacaran, gua merasa eva semakin hari semakin kurus dan tubuhnya jadi lemes gitu, ketika gua Tanya ke dia, dia Cuma bilang kalau dia mungkin kecapean. Tapi sebenarnya ada hal yang gua takutkan dengan kondisi dia. Gua masih ingat, untuk memastikan kalau eva ga bohong pas bilang butuh duit, gua sempat kembali ke tempat pelacuran dia kerja, dan iseng-iseng gua ngobrol sama cewek disana tentang dia.

“ loe siapanya eva?”

“ temen aja mbak, kalau boleh tau, dia kan cantik, kok bisa ga ada pelanggan sih?”

“ nasib mas, eva kena penyakit sifilis( penyakit kelamin). Kayaknya banyak pelanggan yang uda tau dia itu kena penyakit gituan, makanya ga ada yang mau sama dia! Disini kan pesaingan ketat, ada yang bocorin gitu, makanya kasihan dia..”

“ kenapa ga berobat aja dia..?”

“ maunya sih gitu! Tapi nyokapnya kan sakit, jadi dia mati-matian cari duit buat nyokap dia dulu, baru nanti mikirin sembuhin penyakit dia.. “

“ kasihan ya..”

“ iya mas, susah hidup sekarang. Saya yang dulu anterin dia ke dokter aja jadi sedih kalau bayangin hidup dia..”

Dari apa yang teman dia bilang, gua jadi yakin kalau eva jadi kurus ini pasti karena penyakit dia dulu. Walau dia ga pernah mau cerita ke gua, mungkin karena dia takut. Kalau dia penyakitan maka gua akan ninggalin dia. Padahal gua gak pernah peduli dengan sakitnya dia. Sakit eva makin buruk sampai akhirnya dia ga kerja. Gua akhirnya nyamperin ke rumah, dan dia ga bisa bangun karena tiba-tiba tubuhnya jadi kayak lumpuh gitu.

Saat itu juga gua putuskan untuk bawa dia ke rumah sakit, dia sempat menolak.

“ Rasya, rumah sakit itu mahal, orang miskin kayak gua kalau sakit itu ga ada keadilan, jadi biarin aja gua minum obat biasa, nanti juga sembuh”

“ loe itu uda gak bisa bangun. Gak usah pikirin duit. Gua ada tabungan, yang penting sekarang kita ke rumah sakit.”

Dengan penuh kesedihan, akhirnya eva gak bisa nolak kemauan gua. Gua menggendong dia sampai ke rumah sakit, dia dirawat dan dokter mengatakan ke gua dengan berat hati kalau eva sudah kenapa sifilis akut dan seluruh tubuhnya uda terkontiminasi sama sel-sel neurosifilis yang kemungkinan sembuhnya kecil. Dengan penuh air mata gua memohon kepada dokter untuk sembuhin dia. Gua dan nyokap serta adiknya saling bergantian jaga dia. Saat itu lagi ujian akhir kelulusan sekolah, gua harus bertahan dalam dua hal. Konsetrasi ke ujian dan konsetrasi ke eva.

Mungkin kedua cobaan itu berat tapi akhirnya gua berhasil mengerjakan semua ujian yang datang silih berganti bersamaan dengan waktu gua menjaga eva. Eva semakin kritis. Dia gak banyak bicara lagi seperti sebelumnya. Sepertinya dia tau, hidup dia tidak akan lama lagi. Dia nyerahin sebuah diary ke gua. Dimana disana dia bilang hanya boleh dibaca setelah tiba saatnya nanti.

“ jangan dibuka ya sampai nanti kalau gua uda ga bisa bangun lagi..”

“ kok loe ngomong gitu..”

“ Sya, mungkin.. selama ini gua gak pernah jujur tentang panyakit gua, tapi gua Cuma ga mau kalau loe tau gua punya penyakit ini, loe ninggalin gua. Ternyata gua salah, loe benar-benar hadiah paling indah dalam hidup ini yang dikasih Tuhan buat gua. Gua pikir.. Tuhan gak akan pernah ngasih kebahagiaan buat gua karena memang gua ga pantes. Ternyata gua salah, Tuhan itu adil. Dan keadilan itu dia tunjukkan lewat loe..”

“ jangan ngomong gitu eva.. gua yang harusnya bersyukur punya pacar seperti loe dalam hidup gua, loe benar-benar anugrah..loe harus kuat ya, kita sama-sama berjuang untuk kebahagiaan kita..”

Eva hanya menangis mendengar gua bicara begitu. Gua pun menangis. Entah mengapa, gua seperti merasa ini adalah ujung dari akhir kisah kami.

“ sya, gua mau minta tolong satu hal lagi sama loe. .boleh?”

“ ngomong aja eva, kita kan pacaran, terbuka aja..”

“ gua gak punya apa-apa untuk ngasih loe sebagai balasan atas kebaikan loe, tapi gua Cuma punya ini.. bisa loe ambil kalung ini dari leher gua, soalnya.. tangan gua uda gak bisa bergerak lagi..”

“ kenapa bicara begitu.?”

“plz.. ambill” dengan berat hati gua melepas kalung itu dan mengambilnya.

“ disimpan ya.. sama buku harian yang gua tulis itu..”

“ iya eva.. tadi kamu bilang mau minta tolong, kenapa gak dilanjutkan?”

“ kalau gua mati, tolong jangan kubur gua di sini, gua mau dikubur di tanah kelahiran gua.. bisa..”

Mendengar kalimat itu dari mulut dia. Hati gua hancur. Gua gak tau harus bagaiman mengungkapkan kata-kata yang pantas untuk membuat gua bangkit dan percaya kalau dia akan sembuh. Gua hanya bisa menangis dan mengiyakan permintaan dia. Karena ada ujian lagi di besok. Gua pamitan sama dia. Gua mencium kening dia dan dengan berat hati saat itulah gua merasa ini terakhir kalianya gua akan melihat dia.

Dengan penuh tangis, gua pulang dan berharap Tuhan sekali lagi memberikan keadilan untuk hidup dia. Besoknya gua ujian terakhir dan ketika gua ingin jenguk dia, gua melihat sudah banyak orang di kamar dia di rawat. Semua menangis dan disitulah gua tau, eva telah pergi untuk selamanya. Gua hanya bisa tertunduk lesuh dan menangis dalam hati. Berat rasanya harus melepas kebahagiaan sesaat yang ada dalam hidup gua. Permintaan terakhirnya untuk di makamkan di tanah kelahirannya gua lakukan sebagai tanda cinta terindah dalam hidup gua untuk dia.

Kini, gua menyadari bahwa. Hidup itu sesungguhnya tidak pernah memihak kepada siapapun di dunia ini. tapi hidup itu membuat kita hanya bisa memihak kepada satu hal, bertahan untuk hidup dengan segala cara apapun. Eva mungkin telah berjuang hidup dengan ketidakberpihakan hidup tapi ia berhasil membuktikan kepada gua kalau disaat akhir hidupnya, dia benar-benar merasakan keadilan hidup sesungguhnya. Dengan cinta dan kasih sayang murni tanpa air mata penderitaan. dia mampu mengubah dirinya yang dulu adalah makluk hina menjadi seorang bidadari , walaupun itu hanya di hati gua, tapi gua percaya kelak semua orang akan setuju dengan apa yang gua bilang kalau dia adalah bidadari terakhir yang hidup di dunia ini.

Saat hanya bisa mengenangnya , hanya buku harian ini yang tersimpan dan membuat hati gua merasa mungkin jalan terbaik dalam hidup kita adalah seperti saat ini. 30-april 2010, itulah hari paling memilukan dalamn hidup gua dimana saat itulah gua memiliki kesempatan untuk membaca
tulisan terakhir eva untuk gua..

Itulah kisah cinta seorang pelacur yang sangat sedih dan mengharukan, semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya dari semua cerita diatas.


DI TUNGGU CERITA SELANJUTNYA HANYA DI "NEWS TOPIC SPECIAL"